Tampilkan postingan dengan label Sejarah PPTSB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah PPTSB. Tampilkan semua postingan

8 Okt 2013

Sejarah Terbentuknya PPTSB

SEJARAH BERDIRINYA PPTSB 1940 DI MEDAN

Perkumpulan Sinaga terinspirasi dari perkumpulan Si Raja Lontung yang ada di Medan pada Tahun 1938, yakni Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang dan Siregar, beserta Boru yaitu Sihombing-Simamora. Pengurus pada waktu itu adalah St. Christian Radjagoekgoek sebagai Ketua dan dibantu oleh Herman Sinaga dan Monis Levi Sinaga.
Pada tahun 1940, timbul keinginan marga Sinaga untuk membentuk
kesatuan tersendiri. Untuk maksud itu dibentuklah Panitia untuk mencari/mengumpulkan anggota yakni:
Ketua: Ranatus Sinaga (Peg. OGEM). Sekretaris: Djongok Manase Sinaga (Peg. Dunlop). Anggota: Monis Levi Sinaga (Polisi/Reserse), Simon Sinaga, Boengaran Sinaga (Peg. Percetakan Sinar Deli Courant), Herman Sinaga (Peg. Contabiliteit / KPN).
Setelah anggota terkumpul diada-kan Rapat Anggota (setelah mendapat izin dari Pemerintah Hindia Belanda cq. PID melalui M. Levi Sinaga, waktu itu harus demikian). Rapat diadakan pada tanggal 15 Desember 1940, bertempat di Gedung Chrestelijke Batak School (CBS) di Jl. Sei Kera, Medan. Hasil Rapat antara lain:
1. Terbentuk Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTS) Medan, Langkat dan Deli Serdang.
2. Yang berhak menjadi anggota adalah warga Sinaga beserta muda-mudi Sinaga dan boru Sinaga atau Sinaga/Boru.
3. PPTS didirikan sejak tanggal 15 Desember 1940 dan nama ini digunakan selama 29 tahun.
KEGIATAN/JALANNYA ORGANISASI Periode – I Tahun 1940 – 1951
Susunan Pengurus:
Voorzitter/Ketua: Herman Sinaga, Sekretaris:Djongok Manase Sinaga. Penningmeester/Bendahara: Boengaran Sinaga. Ajun Penningmeester: S.W. Maroehoem Sinaga. President Commiss: Renatus Sinaga. Commissarissen/Komisaris: M. Levi Sinaga, Simson Sinaga, Alexander Sinaga, Josia Sinaga. Adviseur/Penasehat: Melanton Sinaga.
Kegiatan
Sesudah PPTS berdiri dengan kepengurusan lengkap, disusunlah AD/ART. Beberapa poin penting dalam AD/ART adalah: agar saling membantu dalam suka dan duka melalui Steinfonds (Derma), Spaarfonds (Menyimpan uang pada PPTS) dan mendirikan Verbruiks Cooperative (Koperasi keperluan rumah tangga).
Sesuai dengan peraturan Pemerintah Hindia Belanda, bahwa setiap organisasi yang akan berdiri harus dilaporkan dan disahkan. Atas dasar ini, pengurus PPTS melaporkan membuat usulan pendirian PPTS secara lengkap dengan melampirkan AD/ART. Karena PPTS adalah organisasi yang tidak berbau, maka Pemerintah Hindia Belanda PPTS mengesahkan sebagai suatu organisasi resmi dengan Surat No. 8027 Medan 29 April 1941 ditanda tangani oleh wg. Van Gelder.
Tetapi tak lama setelah pengesahan tersebut, salah seorang pengurus yakni sekretaris Djongok Manase Sinaga wafat pada tanggal 17 Mei 1941. Sebagai gantinya pengurus mengangkat Arcenius Sinaga menjadi Secretaris, sedangkan Pimpinan Cooperative diserahkan kepada Boengaran Sinaga bekerja sama dengan Renatoes Sinaga dan Herman Si-naga. Mereka mendatangkan beras dari Porsea dan Balige, juga meyediakan gula, sabun, kain panjang/batik dan lain-lain, yang pembayarannya didahulukan/dijamini dari toke, kemudian diantar ke rumah anggota pakai bon, dengan ketentuan bulan berikutnya harus dibayar. Demikianlah usaha tersebut berjalan dengan lancar.
Masa-masa Peralihan
Pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda tahun 1942–1945, banyak terjadi perubahan, terutama keadaan Ekonomi yang sangat sulit, khususnya kebutuhan sandang dan pangan yang sangat minim. Akibatnya kegiatan PPTS pun terpengaruh oleh kondisi perekonomian saat itu. 

Sejarah dan Arti Tugu Toga Sinaga

I.          Sejarah Pembangunan Tugu.
Rencana pembangunan Tugu ditetapkan pada tahun 1966.
Pembangunan Tugu dimulai sejak tahun 1966 s/d  tahun 1970.
Peresmian Tugu dilaksanakan pada tgl 7-14 Juni 1970.
II.         Letak Tugu.
Tugu Pomparan Toga Sinaga terletak di Huta Sinaga Uruk, Huta Urat Samosir yaitu perkampungan pertama Toga Sinaga.
III.       Arti dari bentuk dan kelengkapan Tugu.
Bentuk dan kelengkapan dari Tugu Parsadaan Pomparan Toga Sinaga mempunyai arti / makna sebagai berikut:
1.         Tinggi Tugu.
Tinggi Tugu adalah "17 meter", yang melambangkan "Generasi (sundut) ke17", yang artinya bahwa jumlah generasi (sundut) Marga Sinaga pada saat penetapan rencana pembangunan Tugu Toga Sinaga pada tahun 1966 adalah generasi ke-17.
2.         Batang Tugu.
Batang Tugu berbentuk "Segitiga Sama Kaki", yang melambangkan "TOGA SINAGA si TOLU OMPU", yaitu:
a.  Sinaga Bonar.
b.  Sinaga Ratus.
c.  Sinaga Uruk (Sagi Raja).
3.         Anak Tangga.
Anak tangga Tugu sebanyak "9 (sembilan) anak tangga", yang melambangka "TOGA SINAGA si SIA AMA", yaitu:
a.       Sinaga Bonar Pande.
b.       Sinaga Bonar Tiang Ditonga.
c.       Sinaga Bonar Suhut ni Huta.
d.       Sinaga Ratus Nagodang.
e.       Sinaga Ratus Sitinggi.
f.        Sinaga Ratus Siongko.
g.       Sinaga Uruk Hatahutan.
h.       Sinaga Uruk Barita Raja.
i.         Sinaga Uruk Datu Hurung.
4.         Miniatur Rumah Adat.
Bangunan miniatur Rumah Adat yang terletak di pelataran sebelah kanan dari Tugu melambangkan Jabu Parsantian (rumah pusaka).
5.         Miniatur Rumah Sopo.
Bangunan miniatur Rumah Sopo yang terletak di pelataran sebelah kiri dari Tugu melambangkan Rumah Penyimpanan Padi dan Barang-barang Pusaka.
6.         Miniatur Pohon Kayu Ara (Hariara Maranak).
Miniatur Pohon Kayu Ara (Hariara Maranak) yang terbuat dari besi dan berada dipelataran sebelah .... dari Tugu melambangkan "Kesuburan/Pertumbuhan" keturunan Toga Sinaga (hagabeon)
7.         Miniatur Hatian (Timbangan).
Miniatur Hatian (timbangan) yang terletak di ujung atas dari Tugu, melambangkan sifat "Keadilan" yang merupakan cerminan (gambaran) sifat dari Ompu Palti Raja Sinaga ke-12 yang selama hidupnya berperilaku dan bertindak adil, jujur dan tulus, sehingga Ompu Palti Raja Sinaga ke-12 diberi julukan, sebagai berikut:
a.       Ompu Palti Raja
b.       Ompu Palti Pandapotan
c.       Par Ninggala Sibola Tali (Mencerminkan Kejujuran)
d.       Par Hatian na Sora Monggal (Menggambarkan Keadilan)
e.  Par Parik Sinomba ni Gajah, naso tarangkat manuk sabungan (Mencerminkan semangat yang kuat dan tangguh)  .
Hatian (timbangan) dan kelima julukan dari Ompu Palti Raja Sinaga ke-12, menggambarkan seruan kepada seluruh keturunan Toga Sinaga agar dalam kehidupannya berperilaku dan bertindak secara adil, jujur dan tulus dengan semangat yang kuat dan tangguh.
8.         Kaca Cermin.

Kaca cermin yang terletak di ujung Tugu pada ketiga sisinya, melambangkan "Introspeksi Diri", yaitu bahwa Marga Sinaga dalam setiap berpikir, berbicara, bertindak dan merencanakan segala sesuatu harus "penuh ketelitian" agar tidak terdapat kesalahan. 
 
Copyright 2013 PPTSB USA